MTsN 6 Kulon Progo Laksanakan Kokurikuler Gizi dan Keterampilan Hidup

14 November 2025 Devy Eka Nurmalasari 9

MTsN 6 Kulon Progo Laksanakan Kokurikuler Gizi dan Keterampilan Hidup

MTsN 6 Kulon Progo telah berhasil melaksanakan kegiatan kokurikuler inovatif pada Jum’at, (14/11/ 2025), dengan fokus utama pada edukasi gizi seimbang melalui peran aktif siswa sebagai ‘Chef Cilik’.

Program kokurikuler ini, yang rutin diselenggarakan setiap hari Jumat, dirancang untuk mengintegrasikan pengetahuan teoritis beberapa mata pelajaran inti (misalnya IPA, Prakarya dan Bahasa Indonesia) dengan keterampilan hidup praktis sehari-hari. Dalam implementasinya, siswa dibagi menjadi kelompok untuk merancang, menyajikan, dan mempresentasikan menu makan lengkap. Kriteria utama yang harus dipenuhi adalah kesesuaian menu dengan panduan gizi seimbang yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Kepala MTsN 6 Kulon Progo, Muhammad Muslich Purwanto, S.Ag., menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan respons institusi terhadap urgensi peningkatan literasi kesehatan dan gizi di kalangan remaja. Beliau menekankan, “Kami tidak hanya ingin siswa cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan pola hidup sehat.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa melalui platform presentasi ini, siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam  menghitung kalori, memahami fungsi makronutrien dan mikronutrien, serta memilih bahan pangan lokal yang murah dan mudah didapat.

Antusiasme belajar siswa tampak nyata. Mereka tidak hanya memamerkan poster menu yang menarik secara visual, tetapi juga memberikan penjelasan terperinci mengenai manfaat kesehatan setiap komponen makanan—misalnya, pentingnya sayuran hijau dan protein hewani bagi proses pertumbuhan. Aspek penilaian dalam kegiatan ini mencakup akurasi informasi gizi, kreativitas penyajian, dan kekompakan tim saat menampilkan sesi menyanyikan lagu daerah.

Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan ini mempertegas bahwa pendidikan di lingkungan madrasah mampu menciptakan sinergi efektif antara penguasaan ilmu pengetahuan, pengembangan keterampilan hidup esensial, dan penguatan karakter kebangsaan. (nhc

Bagikan Artikel