Unjuk Bakat dan Kreativitas Warnai Hari Terakhir MATAMUDA MTsN 6 Kulon Progo

17 Juli 2026 Devy Eka Nurmalasari 22

Unjuk Bakat dan Kreativitas Warnai Hari Terakhir MATAMUDA MTsN 6 Kulon Progo

Kulon Progo (Humas MTsN6KP) — Halaman MTsN 6 Kulon Progo dipadati gemuruh apresiasi pada Jumat pagi (17/07/2026) saat madrasah menyelenggarakan panggung Pentas Kreativitas dihalaman madrasah. Acara ini menjadi momentum hari terakhir Masa Ta'ruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus ruang aktualisasi bakat bagi para murid baru.

Program yang berfokus pada penggalian potensi dan penguatan karakter lokal berwawasan global ini bermula dengan penampilan tiga pembawa acara (MC). Mereka memandu jalannya acara secara interaktif menggunakan tiga bahasa: Indonesia, Inggris, dan Arab. Kompetensi literasi bahasa ini langsung mendapatkan apresiasi dari dewan guru serta seluruh peserta yang hadir.

Panggung kreativitas berlanjut dengan presentasi bakat individu dan kelompok. Dua murid menampilkan pidato bahasa Inggris (English speech) bertema motivasi menuntut ilmu di lingkungan madrasah. Atmosfer acara kemudian bertransisi menjadi khidmat melalui sajian Sesorah yang menekankan pentingnya menjaga unggah-ungguh dan budi pekerti luhur di era modern.

Keragaman potensi murid semakin terlihat melalui penampilan kelompok musik Islami. Harmonisasi vokal yang membawakan pesan-pesan syiar ini mempertegas identitas institusional madrasah dalam memperkuat aspek iman dan taqwa (imtaq). Acara selanjutnya menampilkan tari panah merepresentasikan ketangkasan, keberanian, dan filosofi kepahlawanan, menggunakan busur dan anak panah sebagai properti utama. Puncak acara pentas kreativitas dengan Fashion Show Recycle di area halaman madrasah. Perwakilan kelas ix bergantian menampilkan busana estetis yang dirancang memanfaatkan limbah daur ulang, seperti koran bekas, plastik, dan kardus.

Kepala MTsN 6 Kulon Progo, Muhammad Muslich Purwanto, S.Ag., M.Pd., mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas suksesnya MATAMUDA tahun ini. "Pentas kreativitas ini membuktikan bahwa murid MTsN 6 Kulon Progo siap dididik menjadi generasi berwawasan global dan menguasai bahasa, tanpa kehilangan karakter lokal yang kuat, nilai religius, serta kepedulian terhadap lingkungan," ungkap Muslich. (nhc)

 

Bagikan Artikel

//