9 Desember 2025 Devy Eka Nurmalasari 10
MTsN 6 Kulon Progo mengadakan turnamen catur pada Selasa (9/12/2025) di aula madrasah. Sebanyak 12 perwakilan dari kelas VII sampai dengan kelas IX dengan penuh strategi dan kesiapan.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah otak, melatih logika maupun strategi, serta menjadi ajang hiburan dan penyaluran bakat siswa setelah ujian. Selain itu juga mempererat kebersamaan antar kelas, membangun sportivitas, dan sebagai wadah relaksasi sambil mengasah kecerdasan dan kreativitas berpikir secara sehat.
Salah satu panitia, Arfan Anindito menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi ajang bagi para siswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan strategis. “Ini adalah platform untuk melatih mereka dalam pengambilan keputusan di bawah tekanan dan membangun sportivitas tinggi,” ujarnya.
Secara teknis dalam babak penyisihan semua peserta dibagi menjadi 2 grup. Yaitu grup A dan B. Mereka semua bertanding satu sama lain untuk memperebutkan peringkat pertama dan kedua di grup masing-masing. Setelah didapatkan peringkat pertama dan kedua dari setiap grup mereka akan bertanding di semifinal. Yang menang akan lanjut ke final dan yang kalah memperebutkan juara ketiga.
Classmeeting catur kali ini berjalan sesuai prediksi banyak pihak. Bintang utama yang bersinar dan berhasil mengkonfirmasi statusnya sebagai juara adalah Rexa Haidar dari 8B. Sejak awal ia memang menjadi kandidat juara yang kuat berkat rekam jejaknya dalam beberapa turnamen catur internal maupun eksternal madrasah.
Kepala MTsN 6 Kulon Progo, Muslich Purwanto, S.Ag., M.Pd. memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Lomba ini ialah cerminan dari profil pelajar yang cerdas dan strategis. Kami berharap nilai-nilai strategis yang didapat dari papan catur ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan di masa depan,” ujarnya.
Dengan berakhirnya cabang catur ini, Classmeeting MTsN 6 Kulon Progo telah sukses memberikan platform yang seimbang antara kompetisi fisik dan kecerdasan. Diharapkan bibit-bibit pecatur yang muncul dari kegiatan ini dapat terus diasah. Selanjutnya dapat membawa nama baik madrasah di turnamen catur yang lebih tinggi. Hal itu juga membuktikan bahwa strategi serta ketenangan adalah kunci utama menuju prestasi. (afa/abi).