3 Januari 2026 Devy Eka Nurmalasari 18
Pengabdian tanpa putus selama 30 tahun di dunia pendidikan mengantarkan Marwati, S.Pd., guru senior MTsN 6 Kulon Progo, meraih penghargaan tertinggi dari negara. Beliau resmi menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya XXX Tahun dalam upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 tingkat Kabupaten Kulon Progo.
Penganugerahan tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia ini terlaksana dengan khidmat di halaman MTsN 2 Kulon Progo pada Sabtu (03/01/2026). Prosesi penyematan lencana dilakukan di hadapan jajaran pejabat Kantor Kementerian Agama Kulon Progo serta ratusan ASN yang memadati lokasi upacara.
Satyalancana Karya Satya XXX Tahun merupakan apresiasi negara bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang secara konsisten menunjukkan kesetiaan, kecakapan, kejujuran, dan disiplin selama tiga dekade. Bagi Marwati, lencana emas ini menjadi potret nyata perjalanan panjangnya dalam mencerdaskan generasi muda di bawah bendera Kementerian Agama.
Usai prosesi, Marwati menyampaikan rasa syukur mendalam atas pengakuan yang diberikan oleh negara. Baginya, masa kerja 30 tahun bukan sekadar akumulasi angka administratif, melainkan wujud perjalanan spiritual. "Penghargaan ini adalah amanah sekaligus motivasi bagi saya pribadi. Semoga sisa masa pengabdian saya dapat terus memberikan manfaat bagi para siswa dan kemajuan madrasah," ungkapnya.
Kebanggaan serupa disampaikan oleh Kepala MTsN 6 Kulon Progo, Muhammad Muslich Purwanto, S. Ag. Beliau menilai sosok Marwati sebagai figur teladan, terutama bagi pendidik muda, dalam hal loyalitas dan profesionalisme kerja."Kami keluarga besar madrasah merasa sangat bangga. Tiga dekade bukan waktu yang singkat, dan Ibu Marwati membuktikan bahwa integritas serta loyalitas akan membuahkan kehormatan. Ini adalah prestasi yang sangat inspiratif bagi kita semua," tegas Muslich.
Melalui pemberian penghargaan ini, diharapkan muncul semangat baru di kalangan civitas akademika Kemenag Kulon Progo untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Prestasi ini menjadi pengingat bahwa dedikasi yang tulus merupakan fondasi utama dalam mewujudkan visi Indonesia yang damai dan maju.