14 November 2025 Devy Eka Nurmalasari 11
MTsN 6 Kulon Progo sukses mengimplementasikan kegiatan kokurikuler yang berfokus pada penguatan karakter siswa, khususnya dalam menumbuhkan nasionalisme dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa, Jumat, (14/11/2025). Hal ini diwujudkan melalui sesi penampilan dan harmonisasi lagu-lagu daerah dari berbagai wilayah di Nusantara.
Aktivitas kokurikuler ini sengaja dirancang sebagai platform non-akademik untuk mengintegrasikan pengetahuan dengan nilai-nilai luhur. Seluruh siswa, yang telah dibagi dalam kelompok, diwajibkan menampilkan satu hingga dua lagu daerah secara serentak. Tujuan utama dari kegiatan ini tidak hanya sebatas melestarikan budaya, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan kepemilikan siswa terhadap kekayaan multikultural Indonesia.
Ani Romadhoni, S.Pd., selaku koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa lagu daerah merupakan media yang efektif untuk menanamkan nasionalisme. Beliau mengemukakan, “Lagu daerah adalah cerminan identitas dan sejarah suatu wilayah. Dengan menyanyikannya bersama-sama, siswa tidak hanya belajar nada dan lirik, tetapi juga merasakan kebersamaan dan keragaman yang menjadi pondasi kuat bangsa kita,” jelasnya.
Meskipun fokus utama hari itu adalah edukasi kebangsaan melalui seni musik, kegiatan ini merupakan bagian integral dari program kokurikuler yang lebih komprehensif, yang sebelumnya telah melibatkan literasi kesehatan (seperti presentasi menu seimbang bergizi). Oleh karena itu, penampilan lagu daerah ini berfungsi sebagai penutup yang bernilai emosional dari serangkaian pembelajaran praktis.
Antusiasme yang tinggi ditunjukkan oleh setiap kelompok saat mereka menampilkan harmoni terbaik mereka, dengan membawakan lagu-lagu spesifik seperti Cik-cik Periuk, Ampar-ampar Pisang, dan Rasa Sayange secara ekspresif. Tim penilai (juri dan guru) menekankan bahwa evaluasi difokuskan pada tiga kriteria utama: kekompakan tim, penghayatan lirik, dan semangat kebangsaan yang ditunjukkan selama penampilan.
Kepala MTsN 6 Kulon Progo, Muhammad Muslich Purwanto, S. Ag., pada kesempatan yang sama menyampaikan “Kegiatan kokurikuler yang kita laksanakan hari ini, berfokus pada penanaman nasionalisme melalui harmoni lagu daerah, bukanlah sekadar agenda menyanyi biasa. Ini adalah pernyataan sikap kita sebagai lembaga pendidikan dalam menjaga dan menguatkan identitas bangsa di tengah generasi muda.Lagu daerah adalah cerminan kekayaan peradaban kita. Di setiap alunan musik dan untaian liriknya, terkandung nilai-nilai luhur, sejarah, dan filosofi kehidupan masyarakat Nusantara. Ketika anak-anak kita, siswa-siswi MTsN 6 Kulon Progo, menyanyikan Cik-cik Periuk, Ampar-ampar Pisang, atau Rasa Sayange, mereka tidak hanya sedang berkesenian; mereka sedang menghayati keragaman dan merayakan persatuan, paparnya.
Secara kontekstual, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa institusi madrasah mampu mengambil peran terdepan dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan berdampak bagi peserta didik. (nhc/don)