13 Desember 2025 Devy Eka Nurmalasari 26
MTsN 6 Kulon Progo (MTsN6KP) berhasil melaksanakan program Kunjungan Lapangan Multi-Edukasi (Outing Class) yang komprehensif di wilayah Surabaya dan Malang. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (11-13/12/2025), ini melibatkan ratusan siswa kelas VIII. Program ini didesain secara spesifik untuk mengeksplorasi empat pilar keilmuan utama: wawasan maritim, sejarah transportasi, sains terapan, dan agrikultur.
Program edukasi ini dirancang untuk mensinergikan teori yang diajarkan di kelas dengan aplikasi praktis di lapangan. Tujuan utamanya adalah mencetak peserta didik yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki kedalaman wawasan kebangsaan serta keterampilan praktis yang relevan.
Fase pertama perjalanan difokuskan pada penguatan wawasan kebangsaan, dimulai dari Komando Armada II (Koarmada II) TNI Angkatan Laut di Surabaya. Kunjungan ke pusat pertahanan maritim Indonesia ini memberikan siswa kesempatan langsung untuk memahami urgensi menjaga kedaulatan laut negara kepulauan.
Para siswa disambut oleh jajaran prajurit dan diberikan orientasi mengenai peran strategis angkatan laut. Mereka juga diajak meninjau Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI AL, termasuk kapal-kapal perang (KRI). Kunjungan ini secara fundamental bertujuan menumbuhkan cinta tanah air serta pemahaman holistik tentang peran Angkatan Laut.
Kepala MTsN 6 Kulon Progo, Muhammad Muslich Purwanto, S.Ag., menyatakan, “Indonesia adalah negara maritim. Dengan melihat langsung Koarmada II, anak-anak kami memahami makna dari semboyan ‘Jalesveva Jayamahe’ (Di Laut Kita Jaya). Ini adalah fondasi kuat untuk membentuk karakter patriotik.”
Setelah dari Surabaya, rombongan melanjutkan perjalanan ke Malang. Destinasi pertama di Malang adalah sektor agrikultur, yaitu Wisata Petik Apel. Di sini, siswa mendapatkan pelajaran praktis tentang budidaya hortikultura. Mereka tidak hanya menikmati hasil panen, tetapi juga menerima penjelasan detail dari petani lokal mengenai seluruh siklus budidaya, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga proses panen apel.
Pengalaman memetik apel secara langsung ini memberi pemahaman konkret tentang manajemen hasil pertanian, ekonomi lokal, dan pentingnya keberlanjutan ekosistem. Kegiatan ini menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan siswa pada potensi agrowisata dan praktik pertanian modern. Fase terakhir berfokus pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Pilar sains terapan diperdalam melalui kunjungan ke Jatim Park 1. Di taman rekreasi edukasi ini, siswa memanfaatkan berbagai wahana dan fasilitas laboratorium mini untuk mengeksplorasi konsep-konsep dasar fisika, biologi, dan matematika dengan metode yang interaktif.
Kegiatan multi-edukasi ini ditutup dengan mendalami sejarah perkembangan teknologi di Museum Angkut. Di museum ini, siswa menelusuri garis waktu evolusi transportasi global. Pembelajaran mencakup ilmu fisika dan rekayasa mesin yang mendasari perkembangan kendaraan, mulai dari kereta uap hingga kendaraan klasik legendaris. Guru Pendamping, Nasrul Perdhana, S.Pd. Jas., menggarisbawahi efektivitas kombinasi dua lokasi tersebut: “Museum Angkut memberikan pemahaman tentang sejarah teknologi, sementara Jatim Park 1 membuat sains terasa hidup. Siswa dapat melihat aplikasi langsung dari rumus-rumus yang mereka pelajari di kelas.”
Secara keseluruhan, program ini meninggalkan kesan mendalam pada peserta. Salah satu siswa, Mikaila Vea Annisa dari kelas VIIIB, menyampaikan antusiasmenya, “Paling seru bisa melihat kapal perang sekaligus memetik apel! Kami belajar banyak hal yang berbeda dalam satu perjalanan. Ini jauh lebih menyenangkan daripada belajar di dalam kelas.”
Pelaksanaan Outing Class Multi-Edukasi ini menjadi bukti nyata komitmen MTsN 6 Kulon Progo dalam menyediakan pengalaman belajar yang holistik. Program ini secara efektif berkontribusi dalam penyiapan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kaya wawasan dan memiliki kesiapan keterampilan yang beragam. (nhc/don)