MTsN 6 Kulon Progo Integrasikan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam Program Kokurikuler

23 Januari 2026 Devy Eka Nurmalasari 16

MTsN 6 Kulon Progo Integrasikan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam Program Kokurikuler

Kulon Progo (Humas MTsN6KP) – MTsN 6 Kulon Progo mempertegas komitmennya dalam pengembangan karakter siswa melalui langkah nyata. Pada Jumat (23/1/2026), madrasah ini meluncurkan integrasi program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ke dalam agenda kokurikuler. Langkah ini dilakukan dengan pendampingan intensif dari guru Bimbingan Konseling (BK) untuk memastikan nilai-nilai karakter tidak hanya berhenti sebagai teori, melainkan menjadi gaya hidup siswa.

Program ini dirancang sebagai bentuk pembiasaan yang terukur di lingkungan madrasah. Fokus utamanya adalah tujuh pilar kebiasaan, yakni: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur tepat waktu.

Kepala MTsN 6 Kulon Progo, Muhammad Muslich Purwanto, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa pemilihan hari Jumat sebagai waktu pelaksanaan bertujuan sebagai sarana evaluasi atas kebiasaan siswa selama sepekan. "Kami ingin memastikan bahwa siswa kami tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan fisik yang baik melalui tujuh kebiasaan hebat ini," tegasnya.

Dalam teknis pelaksanaannya, guru BK bertindak sebagai fasilitator yang memantau perkembangan siswa melalui jurnal aktivitas harian. Pendekatan dilakukan secara personal melalui diskusi kelompok kecil untuk mengidentifikasi hambatan siswa dalam membangun disiplin.

Devy Eka Nurmalasari, S.Pd. salah satu guru BK di MTsN 6 Kulon Progo, menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dalam program ini. "Pendampingan ini penting agar siswa merasa didukung, bukan dihakimi. Kami membantu mereka menyadari bahwa kebiasaan kecil seperti bangun pagi dan membantu orang tua adalah fondasi kesuksesan di masa depan," jelasnya.

Integrasi ini menjadi upaya konkret MTsN 6 Kulon Progo dalam mendukung visi pendidikan nasional untuk mencetak profil pelajar yang mandiri, religius, dan berkarakter kuat. Melalui konsistensi antara aktivitas di madrasah dan di rumah, program ini diharapkan mampu membentuk generasi yang siap menjawab tantangan zaman.

Kegiatan hari itu diakhiri dengan ikrar bersama antara guru dan siswa untuk terus merawat kebiasaan positif tersebut demi masa depan yang lebih baik. (nhc)

Bagikan Artikel