MTsN 6 Kulon Progo Dorong Kreativitas Siswa Melalui Sosialisasi Kokurikuler Kewirausahaan dan Ekologi

9 Januari 2026 Devy Eka Nurmalasari 14

MTsN 6 Kulon Progo Dorong Kreativitas Siswa Melalui Sosialisasi Kokurikuler Kewirausahaan dan Ekologi

Kulon Progo (Humas MTsN6KP) – Memasuki semester genap tahun ajaran 2025/2026, MTs Negeri 6 Kulon Progo mengambil langkah inovatif dengan mensosialisasikan program kokurikuler terbaru pada Jumat (9/1/2026). Fokus kegiatan kali ini terbagi menjadi dua pilar utama: pemberdayaan ekonomi lokal melalui kuliner tradisional bagi kelas VII dan aksi pelestarian lingkungan bagi kelas VIII.Integrasi antara penguasaan teori dan kecakapan hidup (life skills) menjadi ruh utama dalam program ini.

Kepala MTsN 6 Kulon Progo, Muhammad Muslich Purwanto, S.Ag., menegaskan bahwa kurikulum ini didesain sebagai sarana simulasi nyata bagi siswa di luar ruang kelas.”Program kokurikuler semester ini kami rancang untuk menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual dan keterampilan praktis. Melalui tema kewirausahaan masakan tradisional untuk kelas VII dan kepedulian lingkungan untuk kelas VIII, kami ingin siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor yang kreatif dan bertanggung jawab. Kami berharap mereka memiliki jiwa mandiri dalam ekonomi dan rasa memiliki yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan madrasah,” papar Muslich.

Siswa kelas VII diarahkan untuk mengeksplorasi potensi ekonomi kreatif dengan mengangkat masakan tradisional. Tidak sekadar praktik memasak, para siswa dibimbing untuk memahami rantai bisnis secara utuh, mulai dari tahap produksi hingga strategi pemasaran.

Salah satu koordinator kokurikuler, Zuni Astuti, S.Pd. menjelaskan bahwa pemilihan tema ini bertujuan untuk membentengi identitas budaya di era modern. “Kami ingin siswa tidak hanya pandai memasak, tetapi juga memiliki jiwa entrepreneurship. Dengan mengangkat masakan tradisional, mereka secara tidak langsung turut menjaga identitas budaya bangsa di tengah gempuran tren makanan modern,” jelasnya.

Di sisi lain, kelas VIII mengusung gerakan “Lingkunganku Tanggungjawabku”. Program ini bukan sekadar rutinitas kebersihan, melainkan upaya madrasah dalam membangun kesadaran kolektif mengenai manajemen sampah dan penciptaan ekosistem sekolah yang sehat. Harapannya, kepedulian lingkungan ini tumbuh menjadi kesadaran personal yang berdampak pada kenyamanan belajar bersama.

Target akhir dari rangkaian kokurikuler ini adalah lahirnya generasi yang cerdas secara akademik namun tetap peka terhadap peluang ekonomi lokal serta kelestarian alam. Sebagai bentuk apresiasi terhadap proses belajar selama satu semester, hasil kerja keras siswa nantinya akan dipresentasikan dalam sebuah pameran atau Gelar Karya Siswa yang dijadwalkan pada akhir semester. (nhc)

Bagikan Artikel