8 Juli 2026 Devy Eka Nurmalasari 16
Kulon Progo (Humas MTsN6KP) – Guna memantapkan kualitas proses pembelajaran dan memperkuat karakter murid, MTsN 6 Kulon Progo menggelar Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh jajaran pendidik ini berlangsung khidmat di ruang Aula madrasah pada Rabu (8/7/2026).
Workshop strategis ini menghadirkan narasumber ahli, Ibu Septy Andari Putri, S.Pd., M.Pd. Dalam paparannya, beliau mengupas tuntas bagaimana mengintegrasikan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) yang dikombinasikan dengan sentuhan humanis melalui Kurikulum Berbasis Cinta.
Menurut Septy, esensi dari Kurikulum Berbasis Cinta adalah mendidik dengan hati, di mana guru tidak hanya mentransfer ilmu (transfer of knowledge), tetapi juga membangun kedekatan emosional dan spiritual dengan murid. Ketika murid merasa dicintai, dihargai, dan aman di madrasah, ruang kognitif mereka akan terbuka lebih lebar untuk menyerap materi pelajaran secara mendalam.
"Kurikulum Berbasis Cinta bukan berarti meniadakan ketegasan, melainkan menerapkan disiplin yang positif. Kita ingin anak-anak kita rindu untuk belajar, bukan belajar karena takut," ujar Septy.
Kepala MTsN 6 Kulon Progo, Muhammad Muslich Purwanto, S.Ag., M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan langkah nyata madrasah untuk menjawab tantangan zaman. Di era digital saat ini, kecerdasan buatan dan teknologi bisa menyediakan informasi apa saja, namun sentuhan empati, keteladanan, dan kasih sayang seorang guru tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin.
Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh guru MTsN 6 Kulon Progo mampu menyusun perangkat pembelajaran yang lebih adaptif, inspiratif, dan berpusat pada siswa. Atmosfer belajar yang penuh kasih sayang ini diyakini akan menjadi motor utama dalam mendongkrak prestasi akademik maupun non-akademik madrasah ke depan. (nhc)