9 Desember 2025 Devy Eka Nurmalasari 10
Setelah berjibaku dengan soal-soal Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) yang menguras tenaga dan pikiran, siswa-siswi MTsN 6 Kulon Progo kini disambut dengan kemeriahan Class Meeting yang diselenggarakan mulai Senin-Selasa (8/12/2025). Dengan mengusung tema “Semangat Kebersamaan dan Asah Bakat Islami,” kegiatan ini sukses mengubah suasana madrasah dari tegang menjadi penuh tawa, kreativitas, dan kompetisi sehat.
Kepala MTsN 6 Kulon Progo, Muhammad Muslich Purwanto, S.Ag., dalam sambutannya menekankan bahwa class meeting bukan sekadar jeda sebelum libur, melainkan sarana penting untuk pembinaan karakter dan mengasah keterampilan non-akademik siswa. “Kami percaya bahwa kecerdasan siswa tidak hanya diukur dari nilai akademis. Melalui empat lomba utama ini; Cerdas Cermat Agama, Menyanyi Lagu Islami, Kaligrafi, dan Catur, kita mendorong mereka menemukan bakat terpendam, melatih kejujuran, sportivitas, dan kerja sama tim,” ujarnya.
Sorotan utama pada hari pertama adalah Lomba Cerdas Cermat Agama (CCA). Setiap kelas diwakili oleh tim terbaiknya untuk menguji pemahaman mendalam tentang Fikih, Akidah Akhlak, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Ruang Aula dan plafform kahoot menjadi saksi adu cepat dan ketepatan jawaban yang intens. “Soal-soalnya cukup menantang, tapi ini seru karena kami bisa belajar sambil bersaing dengan kelas lain,” tutur Adhyastha, salah satu peserta dari kelas 8C yang berhasil membawa timnya melaju ke babak final.
Sementara ketegangan terjadi di Aula CCA, lapangan depan madrasah dipenuhi alunan merdu dari Lomba Menyanyi Lagu Islami. Para peserta menunjukkan kemampuan vokal terbaiknya, membawakan lagu-lagu religi yang inspiratif.
“Tujuan lomba ini adalah memberikan wadah bagi siswa untuk berekspresi secara positif dan menumbuhkan kecintaan terhadap seni yang bernuansa Islami. Kami sangat terkesan dengan kualitas suara dan penghayatan peserta tahun ini,” jelas Nasrul Perdhana, S.Pd. Jas., Waka Kesiswaan.
Di sisi lain, keheningan dan konsentrasi tinggi mewarnai Lomba Kaligrafi. Para siswa dengan tekun menggoreskan pena dan kuas, mengubah ayat-ayat suci menjadi karya seni rupa yang indah. Lomba ini tidak hanya mengasah keterampilan artistik, tetapi juga mengajarkan kesabaran dan ketelitian. Para juri harus bekerja ekstra keras karena kualitas karya yang dinilai merata dan sangat memukau.
Untuk menguji kemampuan berpikir strategis dan fokus, turnamen Catur menjadi primadona di kalangan siswa yang gemar tantangan taktis. Pertandingan catur berlangsung sengit, di mana setiap gerakan pion dan kuda menentukan nasib ‘kerajaan’ di atas papan. Lomba ini menjadi ajang yang tepat untuk melatih pengendalian emosi dan kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan.
Dengan berakhirnya berbagai perlombaan ini, class meeting MTsN 6 Kulon Progo telah mencapai tujuannya: memberikan refreshing yang bermakna, sekaligus menegaskan bahwa proses belajar mengajar tidak berhenti di ruang kelas, melainkan meluas hingga ke lapangan dan arena kompetisi untuk mencetak generasi yang cerdas secara akademik, agamis, dan berkarakter. (nhc/don)